Siapa Saja Yang Bisa Makan Daging Aqiqah?

Siapa Saja Yang Bisa Makan Daging Aqiqah?

Assalamualaikum sahabat Aqiqah seluruhnya bagaimana berita kalian? mudah-mudahan terus pada kondisi sehat wal afiat. Nah, kesempatan ini saya pengin membuat artikel simpel terkait sama siapa yang diperkenankan untuk nikmati menu aqiqah? Untuk sahabat yang telah menikah serta mempunyai anak pasti sempat melakukan beribadah aqiqah untuk anak – anaknya kan? Nah, menu gulai, sate serta tongseng itu yang saya tujuankan dengan menu paket aqiqah Kediri. Jika nasi, buah, krupuk serta yang lain tidak masuk ke pembicaraan ini ya. Dalam soal ini saya belum mendapati hadits yang dengan jelas mengatakan siapa yang diperkenankan untuk makan daging aqiqah hingga fatwa – fatwa ulama yang mu’tabar yang akan kami angkat.

 

Sesudah membaca beberapa literatur buku atau kitab yang mengulas mengenai masalah distribusi menu aqiqah saya nukil dari salah satunya kitab kreasi ulama besar yakni kitab Minhajul Muslim kreasi Syaikh Jabir Al Jaza’iri. Selanjutnya beliau menjelaskan yang pokoknya lebih kurang ialah yang bisa nikmati menu atau daging aqiqah ialah ahlul bait, disedekahkan serta di hadiahkan. Nah, kita bisa mengeruk lebih jauh berkaita sama ini yang disebut ahlul bait tentunya keluarganya dari yang diaqiqahi yakni ayah, ibu, anak – anaknya (yang aqiqahnya telah dewasa serta dia telah mempunyai anak), kakak, adiknya, kakek serta neneknya mereka bisa turut nikmati menu aqiqah. Tentang hal yang disebut dengan disedekahkan ialah menu aqiqah bisa dikasih ke mereka yang dengan ekonomi kurang mujur seperti dikasih ke anak – anak panti bimbingan, anak – anak jalanan dan lain-lain. Sedang yang disebut dengan dihadiahkan ialah menu aqiqah itu dapat dikasih ke tetangga, saudara, teman dekat, rekan kerja dan lain-lain yang kemungkinan dengan ekonomi telah berkecukupuan serta tidak dari sisi ahlul bait.

 

Hukum Makan Daging Aqiqah Untuk yang Beraqiqah untuk Diri Sendiri

Salah satunya pertanyaan yang kerap tampil di masyrakat yang akan atau melakukan aqiqah ialah apa boleh mengonsumsi daging aqiqah Kediri untuk yang beraqiqah untuk diri kita? Nah, untuk dapat menjawab pertanyaan itu, kita membutuhkan landasan atau dasar yang kuat tentang hal itu yaitu berdasar pada alasan hukum islam yang ada dalam al-qur’an serta hadist. Saat menentukan hadist juga jangan asal-asalan, hadist yang diputuskan sebaiknya satu hadist yang shahih berdasar pada sanad serta matannya. Dengan berdasar ke satu alasan yang shahih, karena itu amalan yang akan dilaksanakan InsyaAllah tidak percuma serta akan diterima sama Allah SWT. Berikut akan kami terangkan lebih komplet tentang hukum makan daging aqiqah untuk diri kita.

 

Kisah mengenai Hukum Makan Daging Aqiqah

Penerapan aqiqah sudah ada semenjak era nabi Muhammad SAW. Karena itu, tentang hukum makan daging aqiqah, ada satu kisah yang menjelaskan jika orangtua diperkenankan untuk mengonsumsi beberapa dari daging aqiqah dari anaknya sendiri dengan tidak terlalu berlebih. Jadi, pokoknya daging aqiqah bisa untuk dikonsumsi.

Kisah yang dikatakan itu berdasar pada 2 fakta atau alasan di bawah ini.

  1. Pada prinsipnya bisa disebutkan jika ketentuan dari penerapan aqiqqah sama seperti dengan ketentuan dari eksekutorn beribadah qurban di bulan haji atau dzulhijjah yang diketahui dengan perayaan hari raya Idul Adha.
  2. Ada keterangan yang dikatakan sama ummul mu’minin ‘Aisyah RA tentang penerapan aqiqah untuk seorang anak.