Penyebab Penyakit asam lambung

Penyebab Penyakit asam lambung

Penyebab Penyakit asam lambung

Penyakit asam lambung adalah keadaan yang diikuti dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau yang di kenal dengan kerongkongan.

Umumnya, seorang yang menanggung derita penyakit ini dianjurkan tidak untuk minum kopi. Sebab, minuman itu memiliki kandungan tingkat keasaman yang tinggi. Tapi Anda tidaklah perlu cemas, untuk Anda yang suka kopi, nyatanya ada type kopi yang masih tetap dapat Anda nikmati meskipun mempunyai asam lambung.

“Kopi dingin tambah baik buat pasien asam lambung karna zat yang mengakibatkan asam lambung tak ada atau menyusut, jadi tidak apa-apa, jadi bagus, ” kata dr Annisa Maloveny SpPD.

Asam yang ada pada es kopi dibanding kopi panas lebih rendah, yang pada akhirnya buat pasien refluks asam lambung masih tetap dapat nikmati cafein dari secangkir kopi. Terlebih dulu di ketahui kalau rata-rata kopi dingin mempunyai kandungan pH 6, 31 yang berlawanan dengan versus panasnya yang memiliki kandungan pH 5, 48 — pada taraf pH, makin rendah angkanya makin asam sifat zat itu.

Keadaan ini berlangsung karena air panas yang dipakai untuk menyeduh kopi juga akan keluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Sesaat es batu semakin lebih mengencerkan konsentrat kopi hingga rasa-rasanya juga lebih “jinak”.

Meski sekian, ada batasan umum yang perlu dipatuhi untuk minum kopi. Menurut Annisa, mengkonsumsi kopi orang dewasa tiga s/d empat cangkir sehari-hari. Jumlah ini karena batas mengkonsumsi cafein harian sekitaran 300-400 miligram.

Bila berlebihan, kata Annisa, jadi sebagian efek negatif juga akan keluar, seperti insomnia, inkontinensia urine (buang air kecil yang terus-terusan), meningkatnya desakan darah, problem menstruasi, serta resiko asam urat.

“Bahkan keunggulan cafein dalam periode waktu panjang bisa menyebabkan beberapa persoalan kesehatan yang lebih serius, seperti problem lambung, terganggunya system kardiovaskular, rusaknya tulang, daya ingat terganggu, berkurangnya kemampuan mental, menyebabkan produksi hormon cortisol serta yang paling parahnya bisa merubah kesuburan wanita atau bahkan juga keguguran, ” tuturnya.