Jenis Investasi Syariah Yang Aman

Sama halnya dengan bank konvensional, bank syariah juga mempunyai beberapa pillihan dan jenisnya. Dengan itu lebih diutamakannya investasi syariah yang aman bagi nasabahnya, dengan kata lain memberikan suatu kepercayaan kepada kreditur maupun debitur yang tetap harus dijaga kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku juga pastinya.

Dalam hal ini dianjurkan pengoptimalan investasi syariah yang aman, dan dapat dipercaya nasabah sesuai dengan pilihan masing – masing. Adapun  jenis-jenisnya antara lain.

  1. Deposito syariah

Secara singkat dan sederhana, deposito merupakan simpanan berjangka. Dalam sistemnya deposito melakukan penyimpanan untuk jangka waktu dan kurun waktu tertentu dalam beberapa hal.

Seperti halnya kesehatan, pendidikan, bahkan rumah serta lainnya. Semua bank menyediakan layanan kepada nasabahnya untuk pelayanan dan kepentingan masa depan atau masa tuanya agar dapat lebih tertata dengan rapi dan tersedianya dana simpanan.

  1. Saham syariah

Jual beli saham bukanlah suatu hal perjudian karena jual beli saham dapat diatur menggunakan sistem syariah. Dalam setiap perubahan memiliki bukti kepemilikan modal yang dibuat dalam lembaran.

Yang mana lembaran inilah yang akan menjadi saham. Sedangkan harga saham sangat berhubungan untuk perusahaan terutama dalam laporan keuangan sutau perusahaan.

  1. Pasar modal syariah

Seorang investor sebagai penanam modal yang  dapat bertemu dengan suatu perusahaan. Dalam pasar modal ini laba akan dibagikan sesuai dengan perjanjian, jumlah keuntungan bergantung kepada banyak tidaknya investasi serta besarnya laba yang sesuai dengan akadnya.

Bahkan seorang penanam modal tidak bisa mengambil suatu keuntungan ataupun modal apabila suatu perusahaan mengalami kebangkrutan ataupun pailit.

  1. Obligasi syariah

Menurut sistem syariah bahwasanya, aset tidak boleh digunakan apabila melanggar aturan ataupun syariat. Surat atau dokumen dalam bentuk sertifikat aset dimana telah diectak oleh emiten yang akan dijual.

Dalam pelaksanaan jual beli obligasi maka diperlukan adanya hukum dan syariat yang ditetapkan dan berlaku.

  1. Reksadana syariah

Reksadana sendiri diawasi langsung dari pihak MUI, yang tetap mengawasi langsung proses dalam reksadana sendiri, dalam prosesnya reksadana melakukan pengumpulan dana yang bersumber dari masyarakat yang selanjutnya akan dikembangkan dan akan dimanfaatkan dalam hal kebaikan.

Banyak keuntungan yang akan diperoleh apabila investasi syariah yang aman dan investasi syariah indonesia dijalankan dengan baik dan benar, sesuai dengan aturan serta syariat agama. Peran pengawasan juga diperlukan untuk menyeimbangkan setiap investasi yang dilakukan baik individual ataupun perusahaan.