Cara Merawat dan Budidaya Tanaman Labu Siam

Cara Merawat dan Budidaya Tanaman Labu Siam

 

Di Indonesia ada banyak sekali jenis labu yang bisa kita jumpai, terlebih jika kita sedang berada di pasar swalayan ataupun tradisional, diantaranya yaitu waluh, labu air, beligo, belonceng dan labu siam. Dengan banyaknya jenis labu, maka kegunaan pada tiap jenisnya pun juga berbeda- beda walaupun semua bisa di konsumsi dan menjadi bahan masakan tradisional khas Indonesia. Teksturnya yang lembut dengan wangi khas serta rasa yang unik, labu banyak  sekali digemari banyak orang.

labu sendiri sebenarnya merupakan buah yang memang dihasilkan oleh sejumlah anggota suku labu-labuan bukan timun- timunan bahkan umbi, banyak sekali orang yang salah mengenai ini. Suku labu-labuan atau yang memiliki nama latin Cucurbitaceae ini kebanykan mengacu pada labu- Labuan yang memiliki ukuran cukup besar, bulat ataupun tumbuh memanjang seperti labu siam dan belonceng.

Labu siam adalah jenis tanaman merambat dan masuk dalam keluarga tanaman Cucurbitaceae. Tanaman jenis ini memiliki batang yang menjalar tidak keras (lunak) dan terdapat kandungan air. Warna labu siam yang akan kita bahas di sini adalah warna hijau (walaupun sebenarnya labu siam banyak jenis). Di Indonesia sendiri labu jenis ini banyak disebut dengan waluh siem.

baca juga : jual bibit tanaman pule dan pohon pule

Tanaman labu siam termasuk tanaman sayuran yang mudah untuk dibudidayakan terutama di daerah yang iklimnya tropis dan daerah dataran tinggi dan berhawa dingin, namun bisa juga ditanam pada daerah dengan dataran rendah serta berhawa panas.

 

Cara Menanam Labu Siam / Waluh yang Benar

 

Berikut tahap-tahap cara menanam labu siam dilakukan dengan cara yang benar :

 

Pengolahan Media Tanah

 

Seperti menanam tanaman lainnya dalam pengolahan tanah bisa dilakukan dengan mencangkul terlebih dahulu lahan tanah yang akan ditanami benih labu siam, sesudah itu bisa juga dibuatkan parit-parit dengan posisi melintang berjajar, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengairan tanaman labu.

 

Dalam pembuatan para-para bisa menggunakan bambu setinggi kurang lebih 120cm dan panjang tiang kurang lebih 3 x 5 meter, untuk panjang dan lebarnya bisa disesuaikan dengan lahan yang ada dan bagian atas bisa dibuatkan anyaman bambu untuk digunakan saat tanaman merambat.

Sebelum penanaman benih labu kita lakukan pelubangan pada tanah yang akan ditanami labu siam dengan ukuran +/- 50 x 50cm dengan kedalaman 25 cm. Untuk jaraknya dari tanaman ke tanaman satunya sekitar 3 meteran.

 

Bibit Labu Siam

 

Bibit labu siam diperoleh pada buah labu siam yang sudah berumur tua dan keluar bijinya pada buah labu tersebut, untuk mengeluarkan tunas pada buah labu siam lakukan penyemaian pada suhu yang lembab hingga tunas yang tumbuh sampai berukuran 3 cm, setelah tumbuh tunas 3 cm bibit sudah bisa ditanam.

 

Lakukan penanaman serta perawatan labu siam

 

Proses penanaman ada beberapa tahap yaitu :

 

  • Menanam/memasukan benih labu yang sudah bertunas ke dalam tanah yang sudah dilubangi tersebut.
  • Menutupi bagian labu dengan tanah yang tipis dan posisi tunas ke arah atas.
  • Pastikan terlebih dahulu para-para sudah terpasang dengan kuat sehingga saat digunakan untuk rambatan tanaman nantinya akan aman.
  • Pada saat proses pertumbuhan serta merambat selalu perhatikan di sekitar lahan, pastikan tidak ada tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya, dan perhatikan apakah ada hama gulma yang menyerang tanaman, bisa dilakukan penyiangan agar tanaman tumbuh dengan baik.
  • Selalu periksa saat tanaman mulai merambat ke para-para agar proses rambatan berjalan dengan baik.
  • Untuk mendapatkan rambatan tanaman dengan baik, lakukan pemangkasan cabang pada usia 3-5 minggu, hal ini dimaksudkan agar buah tumbuh dengan merata.